Temu Pelaku Usaha Trade, Tourism and Investment (TTI) 3 (tiga) Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

Minggu, 22 Juli 2018

    Kegiatan dibuka oleh Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Bali yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali serta  dihadiri oleh unsur Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTB, Bappeda Litbang Provinsi Bali, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Forum FLOBAMORA Bali, SASAMBO Bali, Bali Tourismn Board, ASITA Bali, PHRI Bali, HPI Bali, Direktur Bank Indonesia, BRI, Mandiri, serta 20 konsulat Negara asing yang ada di Bali.Dalam sambutannya,  melalui Forum Kerjasama Sunda Kecil dapat memacu pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Latar belakang historis yang memiliki sejarah dan pengalaman yang sama dalam pembentukan administrasi pemerintahan merupakan fondasi yang kuat terbentuknya Forum Kerjasama Sunda Kecil. Melalui forum ini diharapkan dapat mensinergikan pengelolaan dan pengembangan potensi antar daerah dan program pembangunan di kawasan Sunda Kecil sehingga dapat memantapkan hubungan dan keterikatan daerah satu dengan daerah lain guna meningkatkan kesejahteraan.

Selain itu Beliau juga menyampaikan banyak hal yang bisa dikerjasamakan tidak hanya dalam bidang kesenian, kerjasama juga dapat dilakukan dalam bidang pariwisata, pertanian, perkebunan, pemberdayaan UKM serta investasi.dilanjutkan dengan pemaparan dari narasumber yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTB dan Provinsi Bali. Dalam paparan yang disampaikan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali disebutkan bahwa sumber pendapatan terbesar di Bali adalah bersumber dari sektor Pariwisata. Hal tersebut juga harus didukung dengan sarana prasarana yang memadai termasuk fasilitas jalan tol, bandara dan sarana prasarana lainnya. Sarana Perkeretapian juga rencananya akan dibangun pada Tahun 2020.Selanjutnya pemaparan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTB, Provinsi NTB memiliki tiga etnik utama yaitu Suku Sasak di Pulau Lombok, Suku Samawa di Pulau Sumbawa Bagian Barat dan Suku Mbojo di Pulau Sumbawa Bagian Tengah Timur. Potensi NTB memiliki potensi unggulan investasi di sektor pariwisata sebagai destinasi berkelas dunia, sektor pertambangan, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, perdagangan yang menarik minat investor. Untuk realisasi dan laju pertumbuhan investasi Tahun 2018 menunjukkan peningkatan terlebih dengan telah beroperasinya Kek Mandalika, Pembangunan Smelter PT. AMNT di Kabupaten Sumbawa Barat. Dari hasil kajian Bappenas 2009, Indonesia berpeluang mengembangkan global hub baru untuk memenuhi kapal-kapal extra large dunia. Dan dalam PP Nomor 13 Tahun 2017 global hub Bandar Kayangan ditetapkan sebagai kawasan andalan nasional yang sedang dirancang menjadi “Singapura Baru” sebagai poros maritime dunia. Dalam kutipannya Bapak Gubernur NTB menyampaikan “Jika ada insentif kemutdahan investasi di Provinsi lain yang lebih baik, sampaikan kepada kami di NTB, kami akan berikan yang lebih baik dari itu”.

 Dalam kegiatan dimaksud juga diisi dengan dialog antara konsulat Negara asing dengan pelaku UKM yang hadir pada kesempatan tersebut. Mereka sangat mengharapkan kegiatan serupa bisa dilaksanakan kembali sehingga komunikasi bisa berjalan efektif dan optimal khususnya bagi tiga Provinsi Kawasan Sunda Kecil. Para UKM sangat antusias dalam mengikuti dialog dimaksud karena UKM ingin mempromosikan produknya kepada tiga provinsi dan kepada konsulat jenderal yang ada di Bali demikian pula ada beberapa UKM yang sangat memerlukan bahan baku khususnya cendana dari Provinsi NTT untuk diolah di Bali dan atau kerajinan cendana setengah jadi yang selanjutnya akan difinishing di Bali serta bahan lainnya. Untuk Provinsi NTB ada beberapa UKM saling saling memasarkan produk tenunan yang akan dijadikan bahan dekorasi hotel di Bali.

          


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Informasi